Ruteng, infopertama.com – Stefanus Batuk, ayah dari 3 orang ini, tinggal di Kampung Nggepis, Desa Nao, Kec. Satar Mese Utara Manggarai bekerja sebagai Petani sayur dan tukang ojek.
Lahan di belakang Rumahnya berukuran kurang lebih 2 are dari total luas 6 are dimanfaatkannya bersama isteri untuk menanam sayur-sayuran. Sedang, bagian yang lain di atas lahan tersebut ditanami cengkeh.
Isterinya yang bertanggungjawab untuk merawat sayur-sayuran setiap hari sambil mengurus anak mereka yang bernama Natalia Mayora Daiman (7 tahun), penyandang disabilitas downsydrom. Stef dan Isterinya bergabung ke dalam Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Moeng Mose Paroki Santo Pio Langke Majok.
Usaha sayur-sayuran telah menjadi salah satu penopang ekonomi rumah tangganya. Pada setiap musim tanam (durasi maksimum 4 bulan) omset penjualan dari 3 jenis sayur dalam situasi air tersedia mencapai 1,2 juta rupiah.
Selain itu, untuk menghidupi keluarganya, dia bersama isteri sering bekerja sebagai buruh harian dengan upah 50 ribu rupiah per hari.
Dalam seminggu, biasanya ada kesempatan 2 hari bekerja sebagai buruh harian untuk kerja olah lahan atau bersih rumput di kebun petani lain.
Sedangkan 4 hari lainnya, dia memutuskan untuk menjadi tukang ojek dengan penghasilan kurang lebih Rp50 ribu Rupiah per hari, melayani permintaan penumpang dari pagi hingga jam 5 sore.
Pada Februari tepatnya tanggal 22 tahun 2021, Stef mendapat bantuan bibit babi dari Yayasan Bina Swadaya untuk mendukung usaha sayur-sayuran yang dikembangkannya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







