infopertama.com – Pegiat media sosial Rinny Budoyo menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto yang beberapa kali menolak keinginan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sejumlah peristiwa politik penting.
Menurutnya, setidaknya ada tiga momen besar di mana Prabowo secara tegas mengambil langkah berbeda dari Jokowi, menunjukkan bahwa Prabowo tidak selalu mengikuti keinginan pendahulunya.
“Jadi tolong ini dicatat ya, enggak selalu Pak Prabowo mengikuti dan mengiyakan permintaan dari Pak Jokowi,” lugasnya dilansir dari youtube 2045 TV, Pada Sabtu, 4 Januari 2025.
Rinny Budoyo mencatat penolakan pertama terjadi pada Agustus 2024, saat DPR mencoba mengubah undang-undang Pilkada.
Hal itu untuk memungkinkan Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, maju dalam pemilihan gubernur meskipun bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.
“Rupanya, Pak Prabowo memerintahkan para wakil rakyat buat menggagalkan rancangan undang-undang Pilkada yang sudah digolkan badan legislasi sehari sebelumnya,” terang Rinny Budoyo.
Sementara pemerintah Jokowi mendukung perubahan tersebut, Prabowo justru memerintahkan anggota DPR untuk menggagalkan pengesahan rancangan undang-undang di rapat paripurna, sebuah langkah yang memicu gelombang protes dari masyarakat sipil dan mahasiswa.
Penolakan berikutnya terkait dengan Pilkada Jakarta 2024. Jokowi, yang mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono, menginginkan pemilihan putaran kedua setelah pasangan tersebut kalah dari Pramono Anung dan Dul Ranokarno di putaran pertama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

