Kegiatan menulis bagi guru harus menjadi budaya dan terus dikembangkan. Ini perlu mendapat perhatian.
“Menumbuhkan budaya menulis, berpangkal pada persoalan kapan mulai menulis, mulai menulis tidak perlu rumit, mulai dari yang sederhana serta keseharian yang dilakukan oleh seorang guru, dan tulislah,” tips Berno, mengingat bagi sebagian besar penulis pemula, termasuk para guru mengawali penulisan menjadi sebuah kerumitan tersendiri.
“Saya berharap agar para guru mengikuti kegiatan ini dengan baik agar ilmu terkait dengan tulisan bisa menghasilkan karya yang berkualitas,” imbuhnya.
Di sela kegiatan, Maria Dominika S, Dura mengungkapkan, dengan kemasan fleksibel, Pak Berno menghentakkan kami dengan pernyataannya: menulis itu gampang.
“Pak Berno menggugah hati dan pikiran kami bahwa menulis itu gampang, yang penting niat. Dari mana memulai? Tulis saja perasaan dan pikiran yang begitu banyak dalam benakmu,” ungkap guru Mata Pelajaran Informatika itu.
Di akhir kegiatan hari kedua, Pa Pa Egi selaku Kepala SMK Negeri 1 Kuwus menegaskan bahwa sesungguhnya menulis itu bermanfaat bagi profesi sebagai pendidik.
“Kegiatan ini membangkitkan gairah kami untuk tidak menunda lagi menulis sesuatu yang “menggetarkan” diri kami dalam peran kami sebagai fasilitator di kelas. Sayang sekali, begitu banyak kegiatan praktik baik yang kami lakukan di kelas, namun kami tidak menulisnya. Padahal jika kami tulis dan diterbitkan menjadi buku atau dipublikasikan di media massa, kegiatan tersebut akan bermanfaat bagi profesi kami sendiri pun menjadi inpirasi bagi orang lain,” tuturnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

