Vinsen mengenang, sebelum adanya bantuan, warga harus berjalan kaki sejauh 1 hingga 3 kilometer hanya untuk mendapatkan air minum dan air masak. Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, mereka belum memiliki sarana yang memadai.
“Dengan adanya bantuan ini, kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pasti akan membaik sedikit demi sedikit. Atas nama seluruh warga Nubahaeraka, saya menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Papha dan PLN Peduli yang telah memberi perhatian khusus bagi desa kami,” kata Vinsen.
Ia juga mengajak warganya untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun dan terus mendukung langkah PLN menghadirkan energi bersih di Lembata.
“Nubahaeraka seratus persen untuk PLTP Atadei,” ujarnya penuh semangat.
Nada haru juga disampaikan Andreas Luon, tokoh masyarakat setempat. Ia menuturkan bahwa selama bertahun-tahun warga Nubahaeraka hidup dalam keterbatasan dan kesabaran menunggu air bersih. Kini, setelah air mengalir ke rumah-rumah, mereka seperti memperoleh kehidupan baru.
“Jika air minum bersih sudah terpenuhi, banyak persoalan hidup masyarakat bisa terjawab. Bisa dibilang, sebagian kesejahteraan warga Nubahaeraka sudah tercapai,” kata Andreas dengan nada penuh harapan.
Warga lain, Martah Ingi Witin, bahkan tak kuasa menahan haru. Ia bercerita bagaimana selama ini keluarga harus menyisihkan sebagian penghasilan hariannya untuk membeli air bersih demi kebutuhan rumah tangga.
“Rasanya seperti mimpi. Kami akhirnya bisa menikmati air di lingkungan dan rumah kami sendiri dengan mudah,” ucapnya lirih namun bahagia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







