Cepat, Lugas dan Berimbang

Sentil Danantara, Asep Iriawan: Dana Sementara untuk Saudara-Saudara

Tidak berhenti di situ, Asep juga menyinggung pengelolaan Danantara yang menurutnya sarat dengan potensi penyalahgunaan.

“Ketika rakyat kecil butuh kepastian, kepercayaan, tapi tidak ditunjukkan, malah yang di atas (mengelola) Danantara yang sering saya sebut ‘Dana Sementara untuk Saudara-saudara’,” tegasnya.

Ia memperingatkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, maka ketidakpuasan rakyat bisa berujung pada ketidakstabilan.

“Kepercayaan dari luar sudah menurun, tidak ikut-ikutan lagi, kepercayaan masyarakat sudah tidak ada. Penegakan hukum juga, hanya menghasilkan kutu kupret, sedangkan kutu loncat tidak dicari,” kritiknya.

Di momen Lebaran, Asep mengingatkan pentingnya refleksi dan membangun optimisme. Namun, ia juga menegaskan bahwa memaafkan tanpa adanya perubahan bukanlah solusi.

“Kembali ke fitrah, orang Indonesia itu saling memaafkan, kita maafkan penegak hukum, koruptornya, tapi masih ngeyel? Itu gak mungkin,” sindirnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan moral mengenai pentingnya ketulusan dalam membangun kepercayaan hukum dan sosial.

“Sekarang itu yah, kepercayaan itu jangan fulus, kalau percaya karena fulus, akan hangus. Harusnya semua itu karena tulus, kalau semua tulus, semua akan mulus,” kuncinya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN