Sendal Seribu, Tatapan Kasih yang Menjamah dan Menyembuhkan Hati

Ketika kita menutup pintu bagi rahmat dan cinta Tuhan maka selamanya kita akan tinggal dalam kegelapan dan kedegilan hati.

Dan, ketika kita tidak mampu menjadi saluran kasih Allah dalam hidup harian kita maka baiklah kita berusaha untuk tidak menjadi penghalang bagi kasih ALLAH mengalir dalam diri sesama.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Yesus memandang kita dengan tatapan kasih. Dia tidak melihat kelemahan dan keterbatasan serta kekurangan kita. DIA lihat hati kita, ketulusan hati kita untuk mencintai dan mengasihiNYA.

PandanganNya penuh belas kasih. Miliki pandangan itu dalam hidup kita setiap hari maka teranglah hidup kita. Mungkin dengan cara ini, kita akan berusaha di tengah lemah dan rapuhnya kita untuk menjadi saluran Kasih Allah merajut kasih dalam hati sesama.

Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus Tuhan
Dalam bacaan injil hari ini, kita melihat orang-orang Farisi yang senang untuk mengamat-amati apa yang dilakukan oleh YESUS untuk mencari titik celah kesalahan sehingga dapat menjadi alasan untuk membunuh YESUS. Tetapi YESUS tidak menghiraukan apa yang mereka perbuat. Tatapan Kasih YESUS jauh lebih besar daya tariknya untuk menjamah dan menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya dari pada harus fokus pada pandangan orang Farisi. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, “Ulurkanlah tanganmu!” Ia pun mengulurkan tangannya, maka sembuhlah seketika.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
KITA SUKA mengamati-amati orang lain punya kesalahan dan keterbatasan. Bukan untuk menerima sesama apa adanya tetapi dengan bertindak demikian kita akan menjadikan sesama alat yang mudah untuk dipermainkan dan disalahkan, menjadi alasan dasar untuk menjatuhkan atau menjelekkannya. Akar dari segala kesalahan kita menjadi pengamat hidup sesama adalah IRI HATI dan kecemburuan. Akar-akar ini, telah mengakar kuat dalam hati kita semua sehingga kita tidak mampu memancarkan cahaya Mata Allah dalam kehidupan sehari. Kita memancarkan cahaya mata dunia yang cepat melihat dan menilai kesalahan dan keburukan orang lain.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel