Sendal Seribu, Setia Melayani Yesus dengan Penuh Cinta

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Kisah para perempuan yang melayani Yesus berserta rombonganNya dalam bacaan injil pada hari ini adalah sebuah kisah yang bertitik tolak dari pengalaman sentuhan Kasih Allah. Para perempuan ini, Maria dari Magdala, Susana dan Yohana istri Khusa telah mengalami sendiri bagaimana Allah telah mencintai mereka dan telah menarik mereka keluar dari kehidupan yang lama ke kehidupan yang baru, sebuah kehidupan dalam persekutuan dengan ALLAH. Pengalaman ketersentuhan inilah yang membuat mereka pun akhirnya berani untuk melayani YESUS dengan segala harta kekayaan mereka.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Setiap kita memiliki pengalaman bagaimana ALLAH menyentuh hati kita, membawa kita dari gelap kepada terang, mengangkat kita dari lubang dosa kepada hidup penuh sukacita, di gelapnya gua kepada terang yang bercahaya. Oleh karena itu, pertama sekali yang patut kita sadari bahwa kita adalah pendosa yang Yesus Kasihi. Kesadaran ini akan memicu semangat pelayanan di dalam hidup kita. Melayani Allah dengan apa yang kita miliki saat ini. Dengan apa panggilan dan pilihan hidup kita saat ini. Melayani allah dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki tapi dengan cinta yang tak terbatas.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus Tuhan
Adapun satu hal yang perlu saya garis bawahi di sini adalah harta kekayaan duniawi sebaiknya dengan segala kebijaksanaan digunakan untuk melayani Yesus. Harta digunakan untuk menjadikan satu dengan yesus dalam tugas pelayanan. Harta tidak menjauhkan orang untuk melayani Tuhan. Tantangan yang kita hadapi adalah: Kita kerap kehilangan dimensi pelayanannya di sini. Pencarian harta duniawi dan penumpukan harta duniawi membuat kita lupa untuk melayani Allah dan mengasihi sesama. Hal lain yang perlu diperhatikan dari teks ini adalah pengalaman akan Kasih Allah. Dan, mengalami sendiri akan kasih Allah itu dalam hidup membuat seseorang berani untuk melayani Yesus. Kita juga memiliki pengalaman akan Kasih Allah itu dalam setiap peristiwa hidup kita. Bertitik tolak dari pengalaman itu, jangan pernah takut untuk memberi diri dalam tugas pelayanan. Tuhan memerlukan kita, dan segala kelemahan kita Dia akan genapi!
Dio Vi Benedica

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel