Bagaimana pendapat kita bila kita mendapatkan sesama saudara kita tersesat dan terpisah dari satu kawanan Cinta Kasih Kristus? Apakah kita akan membawanya kembali pulang menjadi satu kawanan lagi? Tentunya, yang kita lakukan adalah menggosipnya, menyindirnya, mencibirnya bahkan menyingkirkannya.
Bukankah itu yang akan kita lakukan bila kita melihat sesama saudara kita tersesat hidupnya ditelan dunia yang menawarkan sejuta pesona dan kenikmatannya? Bukankah kita akan mengeluarkan kata-kata sindiran “eh tumben ke Gereja” atau “mimpi apa semalam, hari ini bisa ke Gereja” bila kita melihat saudara kita yang jarang ke Gereja tetapi pada hari Minggu Adven II kemarin dia hadir mengikuti perayaan Ekaristi? Kita jarang mengeluarkan kata-kata sukacita atau pujian ketika kita melihat saudara kita kembali kedalam satu kawanan dengan kita.


Hari ini Yesus memeringati kita bahwa Bapa di surga tidak menginginkan bahwa seorang dari anak-anak ini ada yang hilang. Bapa tidak mau kita terpisah dari rangkulan dan peganganNya. Bapa tidak mau kita terlepas dari tuntunanNya. Yang Bapa mau kita semua ada dalam kawananNya, tak seorang pun yang hilang. Oleh karena itu, bila ada sesama saudara kita yang secara perlahan mulai memisahkan diri dari kasih Bapa dengan malas berdoa, malas membaca dan merenungkan Sabda Allah, jarang ke Gereja atau kegiatan kerohanian lainnya, bawalah mereka kembali ke pangkuan Bapa. Sebelum jauh melangkah, kembalilah ke dalam keluarga dan komunitas kita masing-masing. Kita harus menyadari bahwa Keluarga atau komunitas kita bisa menjadi domba yang hilang saat ini, bila kasih Allah tidak ada di dalamnya, bila di dalamnya tidak ada saling mendukung, tidak ada saling perhatian, tidak ada yang saling mengasihi dan mengampuni, tidak ada saling mendengarkan dan menolong.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












