Sehati: Setia Hati Pada Satu Hati
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
Ketika hati kehilangan rasa CINTA maka lahirlah dusta dan kepalsuan. Bahkan, hati menjadi tidak setia. Hati tak mampu merajut tentang kesetian sebab tali cinta telah putus dan hilang. Lantas, apakah kita tidak bisa meraih kesetiaan di dalam hidup ini. Semuanya akan bisa kita lakukan sebab DIA yang setia memanggil kita yang tidak setia agar kita belajar setia kepada DIA yang adalah SETIA. Setia untuk hari ini, kepada apa kita dipanggil dan kepada siapa kita diutus.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
TUHAN memanggil kita untuk tinggal di dalam kasihNya. DIA tahu kita tidak mampu bertahan dalam KASIHNYA, tetapi itu tidak Ia hiraukan. DIA senantiasa memanggil agar kita berani meninggalkan hati yang mendua menuju hati yang seutuhnya terarah kepada kehendakNYA. Dan, DIA bersabda: Seorang hamba tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan. SIAPAKAH yang menjadi tuan di dalam hati kita? Jika kita mengabdi kepada dua tuan maka kita bermuka dua, berhati ganda dan kesetiaan tidak akan pernah ada di sana. Sebab, yang mengabdi kepada satu tuan saja seringkali mengingkarinya dan ujung-ujungnya menduanya.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN
Hari ini kita mendengarkan pengajaran Yesus tentang KESETIAAN. Setia dalam perkara kecil dengan cinta yang besar. Sebab barangsiapa yang telah menunjukkan kesetiaannya pada hal-hal yang kecil dengan cinta dan hati yang luar biasa maka dia akan lebih setia lagi pada hal-hal besar yang akan dipercayakan kepadanya. Yesus juga menegaskan bahwa kalau kita setia pada Allah maka setialah selamanya kepadaNya dan tidak mungkin kita mengabdi kepada Allah dan kepada mammon jika demikian maka hanya ada kepalsuan diri dan kemunafikan. Setia kepada Allah menjadi sumber sukacita dalam panggilan mengikuti Yesus.


Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












