Sendal Seribu, Natal, Jalan Lain Jalan Terang

Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan — dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri –, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

Natal, Jalan Lain, Jalan Terang

“Hidup munafik itu melelahkan! Hiduplah Dalam Yesus Krisus! Yesuslah TerangNya, yang akan menerangi hatimu, sehingga kamu bisa merasakan dan mengalami kehadiranNya dalam hidup harianmu!

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
NATAL adalah cerita tentang sukacita. Cerita tentang jalan terang. Ini jalan lain, jalan yang membawa kita kepada sukacita dan kebahagiaan setelah kita berjumpa dengan bayi Yesus dalam kandang yang hina, berbalutkan lampin di atas palungan. Jika Natal tidak kita temukan jalan lain, jalan terang, maka sesungguhnya kita tidak menantikan DIA, YESUS, di natal ini tetapi kita sedang menanti sinterklas, menanti lampu natal, menanti kue natal dan menanti yang lain sampai lupa DIA, YESUS yang mesti kita nantikan dan rindukan.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Hari ini kita mendengarkan sebuah kidung indah yang keluar dari mulut Simeon. Sebuah kidung yang lahir dari kerinduannya yang menggelora untuk berjumpa dengan Sang Terang dan kini telah terpenuhi. Allah telah memenuhi kerinduannya, Allah telah mengisi hatinya. Allah juga telah membuka matanya sehingga ia pun bisa melihat kemuliaan Allah yang hadir secara nyata dalam diri Yesus Kristus.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel