Sendal Seribu, Meninggalkan Segalanya Untuk Mengikuti Yesus

Menurut tradisi, ia wafat di Patras, Acaia, digantung pada sebuah salib yang berbentuk huruf “X” (silang). Ia bergantung di salib itu selama 2 hari, dan selama itu ia terus berkotbah kepada khalayak yang datang menyaksikannya. Ia tidak dipakukan melainkan diikat saja pada salib itu, sehingga lebih lama ia menderita sebelum menghembuskan nafasnya. Salib ini kemudian dinamakan orang “Salib Santo Andreas”.

Dalam kesibukan mengurus pekerjaan harian mereka, Petrus dan Andreas dipanggil oleh Yesus. Sabda yang diucapkan oleh Yesus sungguh menjadi Sabda Hidup dan Pedoman hidup mereka. Tanpa berpikir panjang, undangan untuk mengikuti Yesus dan sebuah panggilan untuk menjadi penjala manusia, telah membuat sebuah perubahan yang total dalam hidup Petrus dan Andreas, serta Yakobus dan Yohanes yang kemudian dipanggil oleh Yesus.

Mereka meninggalkan segalanya, meninggalkan pekerjaan mereka, meninggalkan kehidupan keluarga mereka, dan pergi mengikuti Yesus. Di sini mereka berani memutuskan untuk meninggalkan segalanya atau tidak sama sekali. Sebab, tidak mungkin mereka memilih untuk mengikuti Yesus tetapi masih sibuk dengan urusan jala dan perahu.

Setidaknya ada yang yang harus dilepaskan untuk memperoleh sesuatu yang lebih berharga. Dan Andreas telah memilihnya. Meninggalkan jala untuk mengikuti Yesus.

Hari ini, Yesus juga sedang menyusuri perjalanan hidup kita. Dia mendapati kita sedang sibuk dengan pekerjaan kita. Dia membutuhkan kita untuk menjadi sarana keselamatanNya. Maka, Dia memanggil kita yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai melupakan hidup iman kita. Kita membuat jurang yang terlampau jauh untuk dijangkau antara doa dan kerja.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel