Sendal Seribu, Jangan Lari dari Kenyataan Hidup

Jangan Lari dari Kenyataan Hidup

“Percayalah. Kembalilah. Mohonlah pertolongan Bunda Maria, dan engkau akan setia!” St. Josemaría Escrivá*

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus
ADA banyak hal yang berada diluar dari jangkauan kita sebagai manusia biasa. Terhadap setiap peristiwa dan pengalaman hidup yang semacam itu, sikap kita yang pantas dan layak adalah BERDOA sembari memohon iman yang terus hidup, pengharapan yang teguh dan cinta kasih yang berobar-kobar. Melalui doa singkat ini, kita meletakan seluruh hidup kita hanya bagi Tuhan saja.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus
Bacaan suci ad ahari ini mengajak kita untuk melihat tokoh seorang yang bernama Yusuf. Yusuf hadir dalam kehidupan Maria yang sedang mengandung. Yusuf ingin melarikan diri dari kenyataan hidup ketika dia tahu bahwa Maria tunangannya sedang mengandung. Keinginannya pun digagalkan oleh hadirnya seorang Malaikat dalam mimpinya yang menjelaskan apa arti dari semua yang terjadi di dalam hidupnya dan hidup Maria tunangannnya.

Keterbukaan hati Yusuf pada suara Malaikat dan karya Roh Kudus mengurungkan niat Yususf untuk meninggalkan Maria. Yusuf pun mampu menerima kenyataan hidup yang sebelumnya ia tolak dan ingin ditinggalkannya.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam Kristus
Kadang hidup yang kita jalani diluar dari apa yang kita inginkan dan kita harapkan. Apa yang menjadi cita-cita kita kadang diubah serentak oleh ALLAH, sebab ALLAH memiliki rencana yang jauh lebih besar dan indah daripada apa yang dapat kita pikirkan. Terhadap berbagai kenyataan hidup yang kadang bertolak belakang denan keinginan kita satu hal yang mesti kita lakukan adalah tetap membuka diri pada karya roh kudus. ROH KUDUS akan membantu kita untuk keluar dari situasi dan masalah yang sedang kita hadapi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel