Pada hari ini gereja merayakan pesta Santu Matius, rasul dan penulis injil. Bacaan INJIL hari ini berkisah tentang panggilan Matius dan bagaimana dia, yang telah ditarik oleh belas kasih ALLAH, meninggalkan segala-galanya dan mengikutiNYA. Cerita yang cepat dan tanpa basa basi ini, menampilkan pribadi Yesus yang penuh Belas Kasih memanggil Matius, si pemungut cukai. Panggilan ini ditanggapi Matius tanpa berpikir panjang. Ia segera mengikuti Yesus dan meninggalkan segalanya. Lantas bagaimana reaksi orang-orang di sekitar Yesus?
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kita lebih cenderung cepat menilai orang dari masa lalunya. Kita tidak bisa bahkan tidak mampu melihat masa kini, perubahan yang terjadi dalam diri sesama kita. Hal ini terjadi, karena kita sendiri belum mengalami KASIH ALLAH di dalam hidup kita. Kita mungkin sering berdoa, sering ke gereja, sering mengikuti EKARISTI, tetapi keseringan itu belumlah cukup bila kita tidak mengalami Belas Kasih Allah di dalamnya. Kalau kita sungguh mengalami kasih allah di dalam hidup kita, maka kita pun akan siap menerima orang lain di sekitar kita, apa adanya, tanpa memikirkan masa lalunya atau mengungkit-ungkit kembali masa lalunya.
Ketika matius rela meninggalkan segalanya untuk mengikuti yesus, kita pun seharusnya demikian. Kita harus meninggalkan cara hidup kita yang lama, kebiasaan kita yang cepat menilai sesama, cepat melihat kekurangan dan keterbatasan sesama kita.
Kita sulit sekali ikut bahagia bersama sesama saudara kita yang bahagia atau yang telah sukses, yang telah berani memutuskan untuk meninggalkan masa lalunya dan memulai lembaran baru dalam hidup.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan