Sendal Seribu, Ikut Yesus, Lupakan Masa Lalu!

Tatapan Kasih
Pastor Ryano Tagung, Pr (Dokpri)

Rabu, 21 September 2022
Pesta Santo Matius Rasul dan Penulis Injil
Ef.4:1-7.11-13; Mzm 19:2-3-5; Mat.9:9-13
[Thn. V-SS/263/9/2022]

Marilah kita berdoa: Ya Yesus, Engkau tak memandang masa lalu ku. Engkau tak mengingat masa kelamku. Engkau melihat aku dan sapaan kasihMu melembutkan hatiku yang keras, mengangkat aku dari lumpur dosa dan menjadikan aku berharga. SYUKUR berlimpah atas sapaan kasihMu yang memanggil aku. Kulupakan segala yang terjadi di belakangku dan kini ku mantapkan langkah kakiku untuk mengikutiMu, kini dan sepanjang segala masa, Amin.

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas-kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Ikut Yesus, Lupakan Masa Lalu!

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih
Setiap hari YESUS memanggil kita tanpa terkecuali. Tidak pernah tidak ada waktu bahkan sedetik pun dari YESUS untuk TIDAK memanggil kita menjadi pengikutNYA. Dia melihat kita.

Dia melihat hati kita, melihat hidup kita hari ini, bukan melihat masa lalu kita atau melihat segala dosa dan segala kekurangan dan kelebihan kita. PanggilaNya selalu baru dan membawa pembaruan di dalam hidup kita. Tanggapan terhadap panggilan Allah ini akan semakin membawa kita kepada sebuah kehidupan yang penuh dengan sukacita.

Pada hari ini gereja merayakan pesta Santu Matius, rasul dan penulis injil. Bacaan INJIL hari ini berkisah tentang panggilan Matius dan bagaimana dia, yang telah ditarik oleh belas kasih ALLAH, meninggalkan segala-galanya dan mengikutiNYA. Cerita yang cepat dan tanpa basa basi ini, menampilkan pribadi Yesus yang penuh Belas Kasih memanggil Matius, si pemungut cukai. Panggilan ini ditanggapi Matius tanpa berpikir panjang. Ia segera mengikuti Yesus dan meninggalkan segalanya. Lantas bagaimana reaksi orang-orang di sekitar Yesus?

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kita lebih cenderung cepat menilai orang dari masa lalunya. Kita tidak bisa bahkan tidak mampu melihat masa kini, perubahan yang terjadi dalam diri sesama kita. Hal ini terjadi, karena kita sendiri belum mengalami KASIH ALLAH di dalam hidup kita. Kita mungkin sering berdoa, sering ke gereja, sering mengikuti EKARISTI, tetapi keseringan itu belumlah cukup bila kita tidak mengalami Belas Kasih Allah di dalamnya. Kalau kita sungguh mengalami kasih allah di dalam hidup kita, maka kita pun akan siap menerima orang lain di sekitar kita, apa adanya, tanpa memikirkan masa lalunya atau mengungkit-ungkit kembali masa lalunya.

Ketika matius rela meninggalkan segalanya untuk mengikuti yesus, kita pun seharusnya demikian. Kita harus meninggalkan cara hidup kita yang lama, kebiasaan kita yang cepat menilai sesama, cepat melihat kekurangan dan keterbatasan sesama kita.

Kita sulit sekali ikut bahagia bersama sesama saudara kita yang bahagia atau yang telah sukses, yang telah berani memutuskan untuk meninggalkan masa lalunya dan memulai lembaran baru dalam hidup.

Semoga kita berani menjadi “Matius” hari ini, yang berani untuk meninggalkan segalanya demi Kerajaan ALLAH, meninggalkan segala kebiasaan buruk, nafsu yang jahat hanya bagi ALLAH semata.

Dio Vi Benedica
Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa