Sendal Seribu, Hidup yang Dipersembahkan bagi Allah

Ketika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya, untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

Hidup yang Dipersembahkan bagi Allah

Sahabat Setia SENDALSERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
Empat puluh hari yang lalu kita merayakan Natal, kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus dengan penuh sukacita dan semarak. Pada hari ini, kita kenangkan hari suci, hari dimana Yesus dipersembahkan di Kanisah. Di Kanisah, Simeon dan Hana dengan penuh sukacita menyambut bayi Yesus dengan gembira dan memuliakan Allah.
PADA HARI INI JUGA, Perayaan hari Hidup Bakti Sedunia (HBS) ini dirayakan. Penetapan hari Hidup Bakti ini diundangkan oleh Paus Yohanes Paulus II dan untuk pertama kali dilaksanakan pada 02 Februari 1997.

Melalui pesta ini Paus mengundang seluruh anggota Gereja agar lebih menghargai kesaksian dari orang-orang yang telah memilih untuk mengikuti Kristus melalui pengikraran nasihat-nasihat Injil dan berdoa bagi para biarawan/ wati agar senantiasa memersembahkan hidup mereka kepada ALLAH dan sesama dalam dan melalui tiga nasihat Injil yang telah mereka ikrarkan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel