Demikian juga bibir kita menjadi gagap untuk berbicara tentang KASIH ALLAH karena bibir menjadi lancar berbicara, membicarakan kelemahan dan kesalahan orang lain. Bibir menjadi media, saluran pewartaan keburukan dan gossip tentang sesama.
Pada titik ini, kita telah mengalami sakit tuli dan gagap batiniah. Dan YESUS datang mau menyembuhkan kita dari sakit ini. YESUS mengatakan EFATA, terbukalah telinga batin kita, agar kita sungguh mendengarkan suara TUHAN, mendengarkan apa yang Ia katakan tentang kita dan memfokuskan diri kita pada SABDANYA.
Jangan lagi mendengarkan kata-kata ‘ular’ yang suka memainkan kata, membuat kita terbuai, menarik mata dan hati tetapi sesungguhnya membuat kita semkain jauh dari cinta kasih ALLAH. ketika mult kita dijamah oleh ALLAH, mulut menjadi saluran kasih ALLAH. Bukan menjadi mulut ular lagi yang ber-bisa, dan bisa-nya mampu menyakiti hati sesama.
YESUS mengatakan EFFATA, terbukalah mulut batin kita dari kebisuan dan kebiasan untuk menggosip, agar kita tidak lagi mewartakan keburukan dan kegagalam orang lain, melainkan mewartakan betapa sedap dan manisnya SABDA TUHAN untuk dinikmati setiap hari.
Doa Penutup

Marilah kita berdoa:
YESUS, tanamkanlah di dalam hatiku SABDA KASIHMU agar menguasai seluruh hidup dan pelayananku. Berilah aku kelemahlembutan dan kerendahan hati agar membuka seluruh hidupku bagi hembusan kasih, rahmat dan cintaMu agar seluruh diri ini dijiwai oleh hembusan ilahiMu yang memberi kehidupan dan semangat dalam seluruh tugas dan pelayananku, kini dan sepanjang segala masa, AMIN.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






