Sendal Seribu, Disentuh Oleh Kasih Allah

Kata bernas dari St. Josemaría Escrivá, mengingatkan kita bahwa ALLAH senantasa membentuk kita sampai saat ini. Dia tahu kita berdosa. Tetapi, Dia senantiasa menantikan kedatangan kita. Sebab, kejatuhan kita di dalam dosa akan menyadarkan kita untuk segera bangkit dan membiarkan hidup kita disentuh oleh Kasih Allah. Membiarkan DIA membentuk kita dengan caraNya yang khas.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Dalam bacaan injil, kita melihat bagaimana kerahiman Allah telah menarik si Lewi, seorang pemungut cukai. Dia mengikuti Yesus dan meninggalkan segala-galanya, termasuk cara hidupnya yang lama. Dia meninggalkan hikmat dunawi dan ingin disentuh oleh Kasih Allah yang nampak secara nyata dalam diri Yesus, yang telah memanggilnya, “ikutlah Aku.”

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Jika Yesus sungguh menjadi sumber Kasih dan kerahiman bagi kita maka cara hidup Yesus menjadi cara hidup kita, sikap hidup Yesus menjadi sikap hidup kita, pikiran Yesus menjadi pikiran kita. Singkatnya, seluruh diri kita ini menjadi pancaran dari Yesus yang hidup di dalam kita. Dengan demikian, kita mampu berujar seperti yang Paulus katakan, “Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup di dalam aku.” Demikianlah yang Lewi alami, sesaat setelah dia ditarik oleh Kerahiman Allah yakni Yesus sendiri, yang setelah memanggilnya, makan bersama dengannya dan beberapa pemungut cukai serta orang berdosa lainnya. Ada sebuah pembaruan di dalam hidupnya, sebuah hidup baru, hidup dalam kelimpahan disentuh oleh kasih karunia dan kerahiman Allah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel