Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Salah satu kecenderungan yang mengakar kuat di dalam diri kita adalah kesombongan. Sikap ini mencuat kepermukaan yang tunjukkan dengan menganggap rendah orang lain dan melihat diri sendiri lebih tinggi. Atau meragukan dan tidak menghargai kemampuan dan bakat milik orang lain. Ketika kita terperangkap pada pola pikir demikian maka kita sesungguhnya sedang menutup pintu bagi karya dan bimbingan Roh Kudus. Kita mungkin lupa bahwa Rahmat dan kuasa Roh Kudus selalu bekerja dalam diri setiap orang dan membuat orang lain ‘berbeda’ dengan segala kemampuan dan bakat yang ia miliki. Karunia-karunia Roh inlah yang membuat kita berbeda dengan orang lain, yang menjadikan kita unik dan dalam keunikan itu kita dipanggil untuk melayani Allah dan sesama.
Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Bacaan suci pada hari ini, mengajak kita untuk menghargai karya Roh Kudus yang bekerja dalam diri setiap orang. Yesus membungkan kesombongan dan sikap sok suci dari orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang mempertanyakan kuasa yang Yesus miliki dalam berkarya. Mempertanyakan yang diikuti dengan sikap tidak percaya merupakan contoh nyata dari sikap yang mencerminkan kesombongan spiritual: tidak menghargai dan tidak mengakui karya Allah yang bekerja dalam diri setiap orang.


Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Bongkar hati kita. Isi dengan kasih Allah, bungkam kesombongan di dalam diri sendiri dengan membiarkan kasih karunia Allah melimpah ruah, mengubah hati yang keras jadi lembut, mengubah jalan yang penuh liku-liku ke jalan yang benar. Mengubah hati dan batin kita agar tidak ada kesombongan lagi melainkan hanya ada Cinta Kasih dan sikap menerima sesama apa adanya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












