Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Kalau ada cinta tentu tidak ada musuh. Kalau ada KASIH tentu tidak ada kebencian. Tetapi, kenyataannya adalah musuh dan rasa benci itu ada. Itu terjadi karena kita kekurangan CINTA dan KASIH di dalam hidup kita.
Orang yang kekurangan cinta dan kasih cenderung cepat menaruh dendam, amarah dan benci. Berbeda dengan orang yang sungguh mengalami cinta kasih di dalam hidup setiap hari, akan lebih mudah mengampuni, memaaafkan dan mengasihi.
Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Hari ini kita kembali mendengarkan kotbah YESUS di bukit. YESUS berkata Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.
Ada banyak rupa musuh dalam kehidupan kita setiap hari. Musuh itu bisa hadir dalam diri siapa saja pun termasuk bisa hadir dalam diri orang-orang terdekat kita.
Tetapi, yang pasti musuh itu hadir tatkala kasih dan cinta sudah hilang dalam dirinya. Kita bisa menjadi musuh bagi orang lain tatkala kita kehilangan KASIH dan MELUPAKAN DOA.
Karena itu, YESUS meminta untuk mengasihi dan berdoa. Dua hal ini sangat penting mengapa? Karena di mana ada kasih, Allah hadir di sana. Maka ketika tidak ada KASIH, ketika kita tidak hidup di dalam KASIH, di dalam ALLAH, maka yang ada, ialah kebencian, permusuhan, dendam, amarah. Mengapa kita harus berdoa? Di dalam DOA, kita mengalami bagaimana ALLAH mengasihi kita dan mengampuni segala salah dan dosa kita. Kita adalah pendosa yang dikasihi oleh ALLAH. Pengalaman akan kasih ALLAH didalam DOA inilah yang mesti kita wujudnyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari yakni dengan mengasihi sesama kita termasuk di dalamnya adalah mereka yang menjadi musuh kita.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






