Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Cinta mengatasi ruang dan waktu. Cinta tak akan pernah memedulikan diri sendiri. Dan, Cinta itu butuh pengorbanan. Harus ada luka dalam cinta biar cinta semakin tulus dan sempurna. Itulah kegilaan cinta. Cinta yang tahu kepada siapa dia harus mengorbankan diri dan untuk apa dia mengorbankan dirinya. Kegilaan cinta seperti ini tidak semua orang miliki. Ini perjuangan kita untuk merengkuh cinta seperti ini di dalam hidup kita. Artinya, kalau cinta belum membuat kita berani kelihatan bodoh dan tak berarti sesungguhnya kita belum mencintai orang yang kita cinta.
Sahabat Setia Sendal Seribu yang terkasih,
Atas nama cinta ALLAH menciptakan manusia, dan membiarkan manusia untuk tinggal di dalam kasih satu sama lain. Hawa telah ditempatkan di sisi Adam oleh Allah untuk menjadi penolong yang sepadan dengan dia. Atas nama cinta juga, Allah berani turun menjadi manusia, tinggal di antara kita agar kita berani mencintai ALLAH sebagaimana DIA telah mencintai kita melalui dan dalam diri PuteraNya terkasih.
Atas nama CINTA, ibu itu, seorang Yunani, yang berkebangsaan Siro Fenisia, berani tersungkur di depan kaki YESUS memohon belas kasihNYA untuk anak perempuannya yang roh jahat. Tersungkur! Caranya untuk menarik hati tuhan! Entah mau samakan dengan anjing atau remah-remah yang jatuh dari meja tuannya, cinta seorang ibu menarik hati TUHAN untuk menyatakan belas kasihNya. Tentu cinta yang luar biasa ini, lahir dari sebuah kerinduan yang terdalam akan jamahan kasih ALLAH.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






