Dengan demikian ia menyiapkan suatu umat yang layak Tuhan.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua, dan isteriku pun sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah. Aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya, engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang pada waktunya akan terbukti kebenarannya.”….
Allahku Bukan Allah yang PHP!
“Allah sendiri adalah ahli pemahat batu yang menghaluskan sudut-sudutnya, membentuk dan mengubah kita sesuai dengan kehendakNya dengan pukulan palu dan pahat.’” St. Josemaría Escrivá*
Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Untuk sesuatu yang belum kita ketahui, keragu-raguan adalah hal yang biasa. Akan tetepi keragu-raguan yang dimaksud dalam konteks bacaan hari ini merupakan sebuah ungkapan ketidakpercayaan akan karunia dan rahmat Allah yang bekerja dalam diri semua orang. Dalam kehidupan kita setiap hari, ragu akan kasih karunia Allah atau mempertanyakan akan kasih Allah pasti pernah kita lakukan. Kita belum menyakini bahwa Allah kita bukanlah Pemberi Harapan Palsu. Allah kita adalah Allah yang setia dengan janjiNya. Yang dibutuhkan dari kita hanya pecaya dan percaya. Memercayakan seluruh hidup dan kehendak kita pada rencana dan kehendak Allah.
Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Hari kita mendengarkan kisah tentang pemberitahuan kelahiran Yohanes Pembaptis kepada Zakharia. Sebagai seorang imam, Zakharia tentunya harus percaya akan perkataan Malaikat Gabriel. Tetapi, lihatlah dia, keraguannya telah membisukan dirinya. Zakharia, seorang yang benar di hadapan Allah, hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat, tidak percaya akan apa yang terjadi dengan Elisabeth istrinya dan dirinya sendiri.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






