“Yang paling penting dari proses ini juga adanya perubahan pola sikap, ketrampilan dan pengetahuan dari anak-anak,” tutupnya.
Sony Ngabur yang adalah pemateri pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini pada dasarnya baik. Topik materinya sangat bagus. Hanya butuh diramu lagi sehingga kesannya tidak sekedar memberitahu terkait topiknya. Tetapi mengajak anak-anak merefleksikan kehidupan mereka.
“Kita harapkan bahwa dengan metode reflektif materi-materinya akan mudah melekat pada setiap ingatan dan tingkah laku anak-anak,” kata Sony Ngabur.
Setelah proses penyampaian materinya, Sony Ngabur mengarahkan anak-anak dibuatkan dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan hal-hal yang membuat anak merasa bahagia dan sedih.

Maria G. Asni seorang peserta sosialisasi ketika mintai pendapatnya tentang sosialisasi tersebut menyampaikan apresiasinya.
“Agar anak dapat memahami dan merefleksikan dirinya berkaitan dengan kebutuhan dirinya, sehingga anak-anak paham akan hak-haknya,” tegas pendiri lembaga SCI.
Demikian Maria Asni, “Kegiatan ini sangat penting karena kami dapat mengetahui hak-hak kami sebagai anak. Apalagi dengan semangat dan metode penyampaian materi yang sangat luar biasa bermanfaat dan bekal bagi kami. Dan sangat menyentuh dengan dinamika kehidupan para remaja hari ini.” Ia tambahkan, “Saya juga sangat merasa bangga telah menjadi bagian dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia yang turut peduli terhadap kami,” tutupnya.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Apalagi melihat semangat siswa-siswi dalam mengikuti sosialisasi hingga akhir dengan baik.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



