Namun, eks politikus Partai Demokrat itu tak mengungkap kapan waktu Jokowi menyampaikan pernyataannya.
“Alhamdulillah. Apa berarti termasuk Esemka juga ya, Pak? Ini serius nanya lho, soalnya jejak digital-nya jelas ada lho, Pak,” ucap Roy.
“Catatan: Rekaman wawancara tsb ASLI 100 persen ada, Sumber: Salah satu TV Swasta, Malahan Pewawancaranya kini sudah jadi Dubes di negara tetangga,” tambah Roy.
Ngabalin Sebut Roy Suryo Sakit Hati Tak Ditunjuk Lagi Jadi Menteri
Merespons hal itu, Istana yang diwakili oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Roy Suryo sedang sakit hati karena tak menjadi menteri di kabinet Jokowi. Pesan itu ia sampaikan merespons sindiran Roy ke Jokowi soal mobil Esemka.
Ngabalin menyebut Roy pernah mengajukan diri sebagai menteri Jokowi. Namun, Roy tidak terpilih sebagai anggota kabinet hingga saat ini.
“Bilang ke Roy Suryo, jangan sakit hati kalau enggak jadi menteri,” kata Ngabalin dikutip dari CNNIndonesia.com yang dimuat pada Selasa (8/3/2025).
Namun Roy Suryo membalas pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
Ia menilai ucapan Ngabalin tersebut sangat tidak mencerminkan intelektualitas.
“Lucunya, ada serangan yang menurut saya sangat tidak smart dari salah satu jubir Istana yang malah menyerang dugaan saya,” ujarnya.
“Masyarakat juga sudah tahu bahwa jawaban itu sangat tidak cerdas dan jawaban itu sangat menunjukkan kualitas dari juru bicara yang bersangkutan. Kalau kualitas juru bicaranya kayaknya gitu mungkin yang dijurukan juga sama aja, kualitasnya juga sama,” ucapnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






