Doli menambahkan, Golkar telah memulai konsolidasi pemenangan pemilu sejak dua tahun terakhir. Dimulai dengan proses rekrutmen bakal caleg sebesar 200 persen dari total alokasi kursi di setiap daerah pemilihan di setiap tingkatan, kemudian menyeleksinya sebanyak 150 persen dari total alokasi kursi. Dari sejumlah orang yang lolos seleksi, mereka pun didaftarkan sebagai bakal caleg ke Komisi Pemilihan Umum.
”Jadi, saat ini Partai Golkar memiliki 20.540 bakal caleg. Tidak ada satu pun baik dari DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota yang tidak ada bakal calegnya. Nanti ini yang akan kami berikan penugasan berikutnya kepada para bakal caleg,” kata Doli.
Ia menambahkan, penugasan dimaksud terkait dengan optimalisasi peran mereka dalam mendulang suara. Tidak dimungkiri, selama ini bakal caleg merupakan salah satu instrumen pemenangan yang paling diandalkan oleh partai.
Namun, di Pemilu 2024 instrumen pemenangan itu akan akan ditambah dengan peran para saksi di tempat pemungutan suara. Untuk itu, Golkar membentuk Badan Saksi Nasional yang kini telah berjalan di 38 provinsi hingga ke tingkat TPS. ”DPP Golkar sudah membuat badan saksi nasional yang sudah bekerja selama 2-3 tahun. Itu bertugas mempersiapkan orang-orang yang akan kita tempatkan di setiap TPS,” ujar Doli.
Ia pun menegaskan, tidak ada keputusan baru yang akan diambil terkait Pilpres 2024 pada rakernas tersebut. Golkar akan tetap melaksanakan keputusan musyawarah nasional dan rapat pimpinan nasional yang tingkatannya lebih tinggi dari rakernas, yakni mengusung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai bakal capres untuk Pilpres 2024.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan