Bagi hewan lain, seperti kelinci, misalnya, masa kehamilan hanya enam minggu, lalu begitu bayi-bayi itu lahir, dan dalam dua minggu mereka segera dapat mencari makan sendiri, berlari dan bersembunyi. Ayah kelinci tidak perlu melindungi mereka atau memberi makan mereka. Seekor bayı gajah yang baru lahir atau seekor bayi kijang sudah dapat berlari bersama kelompoknya tidak lama setelah dilahirkan. Bahkan sepupu terdekat kita, simpanse, akan bertahan hidup jika harus menjadi yatim-piatu pada usia sembilan bulan. Sedangkan manusia harus hamil selama sembilan bulan dan pada saat itu wanita menjadi sangat terbatas gerakannya. Sementara itu bayi yang dilahirkannya pun setidaknya harus mencapai usia lima tahun untuk bisa makan dan menjaga diri. Untuk alasan itu, wanita sangat teliti memilih calon suami-nya. Mereka akan memilih pria yang memiliki sifat dan kemampuan untuk memberi makan dan tempat tinggal serta melawan musuh mereka.
*Beberapa pria mengira bahwa peran mereka sebagai orangtua segera berakhir begitu pembuahan telah terlaksana.*
Otak seorang wanita diprogram untuk mencari seorang pria yang akan bersumpah untuk selalu berada di dekat mereka cukup lama saat membesarkan anak-anak mereka. Ini mencerminkan mengapa seorang wanita mencari hubungan jangka panjang.
Pria adalah Microwafe, Wanita adalah Kompor Listrik
Dorongan seksual pria seperti sebuah microwafe, bisa langsung menyala dan dapat segera bekerja dengan kemampuan penuh dalam beberapa detik saja, lalu dapat dimatikan secepat ketika menyalakannya begitu masakan telah matang. Sedangkan dorongan seksual wanita seperti kompor listrik; menjadi panas dengan lambat hingga mencapai panas tertinggi dan setelah itu untuk mematikannya membutuhkan waktu yang lama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







