Cepat, Lugas dan Berimbang

Pria dan Romansa

infopertama.com – Bukan maksud pria tidak ingin bermesra dengan wanita, wanita. Buku-buku yang kita beli jelas merupakan petunjuk hanya saja mereka tidak mengerti pentingnya romansa bagi jelas bagi minat kita. Wanita membelanjakan jutaan rupiah setiap tahun untuk membeli buku-buku romantis. Majalah wanita memusatkan perhatian pada cinta, romansa, perselingkuhan orang lain atau bagaimana berlatih, makan dan berpakaian dengan lebih baik untuk mendapatkan romansa lebih banyak lagi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Australia memperlihatkan bahwa wanita yang membaca novel-novel romantis bersenggama dua kali lebih sering dibandingkan dengan yang tidak. Bandingkan hal ini dengan pria yang menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli buku dan majalah yang mengajarkan kiat-kiat teknik dalam topik-topik yang berhubungan dengan keterampilan ruang, dari komputer dan peralatan mekanis hingga kegiatan mencari makanan seperti memancing, berburu dan sepak bola.

Maka, tidak aneh ketika tiba pada romansa, kebanyakan pria tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Itu dapat dimengerti sebagai seorang pria modern yang tidak pernah memiliki tokoh panutan. Ayah mereka juga tidak tahu apa yang harus dikerjakan, karena tidak pernah dipikirkannya.

Seorang wanita pada satu dari empat konferensi akhir-akhir ini, berkata dia telah meminta suaminya untuk lebih memperlihatkan kasih sayangnya, dan yang ia dapat adalah sang suami mencucikan dan memoles mobilnya. Hal itu menunjukkan betapa pria menganggap ‘mengerjakan sesuatu sebagai cara menunjukkan kepedulian mereka. Suami yang sama tadi, membelikan istrinya sebuah dongkrak mobil pada ulang tahunnya dan membelikan tiket untuk menonton pertandingan gulat di bangku depan, sebagai hadiah ulang tahun perkawinan mereka yang ke sepuluh.

Jangan pernah lupa bahwa seorang wanita adalah makhluk romantis. Dia menikmati minuman anggur, bunga, dan cokelat. Tunjukkan padanya bahwa Anda juga, ingatlah akan hal-hal itu … dengan cara membicarakannya tentang hal itu. -Woody Allen

Pria Eropa memiliki reputasi yang besar dalam hal romansa, sementara sebagian besar pria di setiap sudut dunia tidak tahu apa-apa. Generasi pria sebelumnya terlalu sibuk untuk memenuhi kebutuhan sehingga tidak sempat memikirkan hal-hal lembut semacam itu. Lagipula, otak pria tersusun untuk hal-hal teknis, bukan keindahan.

Bukannya pria tidak pernah berusaha, ia hanya tidak tahu apa pen-tingnya membukakan pintu mobil, mengirimi bunga, berdansa, memasak bagi seorang wanita, atau mengganti gulungan tissue toilet.

Seorang wanita memasuki sebuah hubungan baru karena ingin mencari romansa dan cinta. Seks akan datang sebagai akibatnya. Sedangkan bagi pria, mereka sering memulai sebuah hubungan melalui hubungan seks dan kemudian mencari tahu apakah ada kemungkinan untuk sebuah hubungan dengan wanita itu.

Wanita tidak memiliki masalah ketika berurusan dengan cinta dan romansa, tetapi kebanyakan pria pasti kebingungan. Karena itu, mereka hanya memastikan bahwa mereka siap untuk cinta kapan pun dan di mana pun.

Keterampilan romantis pria (atau itu adalah kekurangan mereka) memainkan peran penting untuk membuat wanita akan suka bercinta dengannya.

Bagaimana Anda tahu jika seorang pria siap untuk bercinta? la bernafas.

Mengapa Pria Berhenti Membelai dan Bicara

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

Â