Manager UPP Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Pekerjaan di lapangan memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi sejak awal. Melalui simulasi ini, kami menguji kesiapan personel dan prosedur agar ketika kondisi darurat terjadi, setiap orang memahami perannya dan dapat merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Avianda.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan keselamatan menjadi prioritas dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Prosedur keselamatan tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus dipahami dan mampu dijalankan oleh setiap personel. Simulasi seperti ini penting untuk terus membangun kesiapsiagaan dan budaya K3 yang kuat di lingkungan proyek,” ujar RDW.
Melalui simulasi tanggap darurat tersebut, PLN UIP Nusra terus memperkuat penerapan budaya K3 serta kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat guna mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang aman dan terkendali.
Narahubung:
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara
Bruly Victor Tarigan
(0370) 621732
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











