“Hari ini kita melahirkan wajah baru koperasi Indonesia: koperasi desa atau kelurahan Merah Putih.”
“Koperasi yang tidak hanya menjadi wadah produksi dan distribusi, tetapi juga untuk memotong rantai pasok, memberantas tengkulak dan rentenir, pemberdayaan petani, nelayan, serta pelaku ekonomi desa dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan, ekonomi kerakyatan yang berkali-kali disampaikan oleh Bapak Presiden,” ujar Zulhas.
Ia menambahkan, koperasi ini juga akan membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan pokok dan layanan lain, mulai dari sembako, logistik, pupuk, hingga simpan pinjam yang terhubung dengan Himbara, termasuk urusan kelistrikan.
“Setiap orang (yang) bayar (listrik) di sini (Kopdes) nanti kita (Kopdes) akan dapat seribu sampai dua ribu (rupiah). Setiap transaksi seluruh desa tidak perlu jauh-jauh, cukup ke Kopdes,” ungkap Zulhas.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut Koperasi Desa sebagai mitra strategis PLN dalam memperluas akses layanan kelistrikan hingga ke masyarakat paling bawah.
Dengan adanya integrasi sistem Payment Point Online Bank (PPOB), PLN berharap dapat mempermudah proses transaksi kelistrikan di desa dan kelurahan.
“Dengan mengintegrasikan layanan PPOB koperasi ke dalam ekosistem PLN, kami optimis dapat menciptakan multiplier effect yang positif, baik bagi masyarakat maupun koperasi itu sendiri.”
“Kami juga siap mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui suplai listrik yang andal,” pungkas Darmawan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







