Perubahan Iklim Menjadi Perhatian Bersama
Boni mengungkapkan, isu lain yang menjadi perhatian bersama adalah perubahan iklim yang berdampak kepada sektor pertanian pangan dan hortikultura. Ia menjelaskan, pada pertemuan 3 pemerintahan kabupaten di Ruteng pada tanggal 3 Agustus 2022, yang difasilitasi oleh Yayasan Ayo Indonesia (Vicra), Hivos dan Yayasan Kehati berkomitmen duduk bersama guna merumuskan aksi konkrit adaptasi dan mitigasi untuk meningkatkan ketangguhan petani terhadap perubahan iklim.
“Petani harus tetap berproduksi meski berhadapan dengan situasi perubahan iklim. Kita bersyukur bisa hadir di sini pada hari ini, sebab ada tehnologi irigasi tetes yang diterapkan oleh komunitas NerdiFarm yang harus didiseminasi oleh petani lain. Karena tehnologi ini merupakan salah satu upaya adaptasi,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Yohanes Sentis, Kepala Dinas Pertanian Kab. Manggarai Timur kepada anggota kelompok Mitra Kalabumbu dan Komunitas NerdiFarm menegaskan kembali, bahwa tidak perlu merantau lagi untuk mencari atau mendapatkan uang, sebab uang ada di tempat ini, ada di kebun dan di halaman rumah, seperti yang telah bapak dan ibu lakukan selama ini.
Asosiasi Petani Holtikultura di Manggarai Timur
Ia menjelaskan, pihaknya akan menyerahkan beberapa jenis benih sayur-sayuran, berasal dari APBD Kab. Manggarai Timur tahun 2022 untuk kelompok-kelompok yang sudah sedang menanam sayur-sayuran sebagai sumber pendapatan melalui Asosiasi Petani Hortikultura Kec. Kota Komba yang diketuai oleh Yohanes Nerdi.
“Asosiasi Petani Hortikutura sudah dibentuk di Kecamatan Kota Komba, Borong dan Lamba Leda Selatan. Tahun ini rencana kami akan membentuk Asosiasi Petani Hortikultura tingkat Kabupaten. Dan, pada pembentukkannya nanti kami mengundang Yayasan Ayo Indonesia untuk memberikan masukan,” jelasnya.
Saat itu, pria yang akrab disapa John itu juga menyampaikan kabar gembira untuk para petani. Dimana PT Indo Food yang memproduksi Indomie, menyatakan komitmenya kepada pemerintah melalui kementrian pertanian, bahwa indomie nanti diproduksi dengan menggunakan bahan baku tepung sorgum. Indomie tidak lagi dibuat dari tepung gandum.
“Untuk diketahui oleh kita semua, bahwa pada 3 tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama Yayasan Kehati, Yayasan Ayo Indonesia dan Keuskupan Ruteng gencar mendorong para petani untuk memproduksi sorgum,” ungkapnya dengan sumringah.
Ia memaparkan, tanaman sorgum sangat cocok ditanam di lahan kritis, marginal dan kurang air yang ada di Wilayah kabupaten Manggarai Timur, tanaman lebih tangguh dan tahan pada kondisi kering. “Disaat petani sedang mengalami atau berhadapan dengan perubahan iklim maka salah satu tanaman yang harus ditanam adalah tanaman sorgum, yang mampu bertahan hidup dan berproduksi pada kondisi ekstrim kering,” tutupnya.
Pada akhir kegiatan, para peserta berkunjung ke kebun budidaya melon dan memanen semangka dari salah satu anggota komunitas NerdiFarm.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



