Cepat, Lugas dan Berimbang

Petani Holtikultura di Manggarai Timur, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

Sementara itu, Sekretaris Daerah kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan Siregar, mengatakan bahwa dalam menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 yang mengangkat tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”, dan untuk pertama kalinya, ia berkunjung ke Kelurahan Watu Nggene dan menyaksikan petani-petani di wilayah tersebut telah pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.

Petani
Boni Hasudungan Siregar pose bersama Komunitas NerdiFarm (Foto:Yos Syukur)

“Bapak-Ibu bisa melewati masa sulit di masa pandemi Covid-19 dengan menjalankan bisnis hortikultura. Dan, anda sekalian tidak menunggu bantuan dari Pemerintah dan nanti pemerintah kabupaten melalui dinas pertanian berperan untuk membantu akses pemasaran dari produk-produk hortikultura,” ucapnya.

Menurutnya, Manggarai Timur mendapatkan pahlawan baru hari ini, yaitu Yohanes Nerdi. Ia tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri tetapi mendorong orang-orang lain. Khususnya, orang-orang muda, untuk cerdas, maju dan mandiri melalui pertanian. Tidak banyak orang seperti Yohanes Nerdi!

“Kita telah menemukan pahlawan-pahlawan masa kini yang memperjuangkan pertanian sebagai suatu bidang yang menjanjikan untuk masa depan,” tegas Boni.

Dijelaskannya, hasil produksi telah memenuhi pasar di Borong, bahkan sampai ke pasar di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Bukan tidak mungkin, lanjut Boni, hasil produksi pertanian dari tempat tersebut bisa masuk ke pasar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kendati demikian, kata Boni, kontinuitas suply harus dipastikan, untuk memenuhi kebutuhan pasar di sana, sehigga jika ada permintaan, maka harus mencarinya dan memenuhinya. Stok produk pertanian tidak boleh kosong, sehingga Komunitas petani Manggarai Timur tidak ditinggalkan oleh para konsumen potensial.

“Pasar di labuan bajo masih diisi oleh sayur-sayuran dan buah-buahan dari luar, karena kita tidak ada kepastian suply. Hal ini harus dipikirkan secara bersama,” tegas Boni.

Dikatakannya, pemerintah Kabupaten Manggarai Timur juga mendorong petani-petani untuk menanam jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi, sehingga di lahan yang ada, tolong dimaksimalkan. Hitungan-hitungan sederhananya, seperti ini, jika 1 hektar produksinya 7 ton, dan dijual dengan harga Rp4.000 maka omset penjualan sekitar Rp28 juta, biaya produksi kurang lebih Rp14 juta. Sehingga, pendapatan petani menjadi Rp14 juta, tentu uang senilai ini cukup besar.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel