Kesenjangan
Sebuah penelitian dari perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak memengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa perencanaan.
Pada zaman modern, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fashion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi ke dalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk anggapan soal hubungan seks sebelum nikah suatu kewajaran.
Pergaulan bebas yang sebebas-bebasnya dan seluas-luasnya merupakan “persepsi cara bergaul yang salah” dari para remaja sekarang. Salah satu mahasiswi lulusan 2006 di salah satu AKPER swasta di Yogyakarta mengemukakan pernyataan ini dalam penelitiannya yang berjudul “persepsi pergaulan bebas bagi para remaja dan akibatnya”. Di sini peneliti lebih melihat side efect dari pergaulan bebas itu sendiri, karena dalam hasil penelitiannya ditemukan banyak remaja putri yang hamil sebelum nikah atau yang lebih dikenal dengan istilah trendnya MBA (married by accident) akibat pergaulan bebas. Pergaulan bebas yang dimaksudkan di sini bukan lagi bergaul dengan siapa saja dan di mana saja dari sisi positif. Tetapi, lebih kepada bergaul dengan lawan jenis dan bebas berbuat apa saja tanpa ada orang yang menghalangi keinginan dari kedua insan untuk melakukan segala sesuatu yang mereka inginkan. Inilah sisi negatif dari suatu pergaulan bebas.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel