Perampokan di Keraton Yogyakarta, Uang Tunai & Emas Raib

“1.200 prajurit berkebangsaan Eropa dan Sepoy India yang didukung 800 prajurit Legiun Mangkunegaran berhasil merebut Istana Yogyakarta setelah tembakan artileri,” ungkap Ricklefs.

Setelah pertempuran sengit, pasukan Inggris berhasil menerobos masuk dan menguasai pusat pemerintahan Kesultanan Yogyakarta. Hamengkubuwana II ditangkap, dilengserkan dari takhta, lalu diasingkan ke Penang.

“Sultan sendiri, bersama-sama dengan para kerabatnya, ditangkap dengan cara yang sangat terhina setelah mereka gagal dalam upaya mereka untuk menuntut diadakannya perdamaian,” tulis Peter Carey.

Kemenangan militer itu segera diikuti aksi penjarahan. Berbagai barang berharga milik kerajaan diangkut keluar dari keraton, mulai dari uang tunai, emas, pusaka, naskah kuno, dokumen penting, hingga koleksi perpustakaan yang menyimpan catatan sejarah Jawa.

Akibat penjarahan tersebut, operasional Kesultanan Yogyakarta sempat terganggu karena dana perbendaharaan ludes tak tersisa. Bagi kalangan bangsawan Jawa, peristiwa itu menjadi pukulan yang sangat besar. Untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah, Keraton Yogyakarta berhasil direbut melalui serangan langsung pasukan pemerintah Eropa.

Artikel ini merupakan republikasi dari CNBC Indonesia, selengkapnya baca di sini

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel