Pemdes Golo Paleng Janji Lunasi Upah 33 Pekerja Proyek Lapen

Pemdes Golo Paleng
Pemdes Golo Paleng saat memenuhi panggilan Camat Lamba Leda, di Kantor camat. (Foto: Afri Cundul)

Borong, infopertama.comProyek Lapen Milik Pemdes Golo Paleng, kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur menuai masalah. Lantaran pihak kontraktor belum membayar upah 33 orang pekerja proyek lapen tersebut.

Menyikapi persoalan itu, pihak kecamatan Lamba Leda berupaya menyelesaikan soal tersebut. Camat Lamba Leda melayangkan panggilan terhadap Pemerintah desa Golo Paleng, Kades Belasius Banis dan Bendahara Siprianus Kampi juga staf lainnya.

Per hari ini, Selasa, 22 Maret, pihak pemdes Golo Paleng hadir memenuhi panggilan Camat Lamba Leda, di kantor camat setempat.

Di hadapan camat Lamba Leda Longginus Rahos dan sekcam Pit Dali, bersama Rikardus Samin yang mewakili kasi PMD, Pihak Pemdes Golo Paleng komitmen akan melunasi utang tersebut.

Adapun jumlah utang upah pekerja proyek lapen milik pemdes Golo Paleng sejumlah Rp31 Juta. Sejumlah uang tersebut akan dibayarkan kepada 33 orang pekerja proyek lapen, masing-masing berasal dari kampung Rakas dan Juli.

Camat Lamba Leda, Longginus Rahos menyampaikan harus segera membayar upah harian 33 pekerja proyek tersebut. Paling Lambat Sabtu, 26 Maret 2022. Pada saat pembayaran nanti, pihak kecamatan Lamba Leda siap mendampingi 33 orang pekerja tersebut.

Kasi PMD, Rikardus Samin juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, perjanjian ini harus dilakukan secara resmi ditandatangani oleh kades Belasius Banis dan bendahara Siprianus Kampi dan para saksi.

Komitmen Pemdes Golo Paleng

Sementara itu, Kades dan Bendahara desa Golo Paleng, mengaku siap membayar upah para Pekerja proyek lapen di desa Golo Paleng. Dari jumlah Rp31 juta tersebut, Kades Belasius Banis akan membayar Rp15 juta, sedangkan sisanya, Rp16 juta menjadi tanggung jawab Bendahara, Siprianus Kampi.

Terpisah, Kontaraktor pelaksana proyek Lapen di desa Golo Paleng, Vitus Ngajo, via gawainya mengaku bahwa pembayaran dari pemerintah desa belum lunas Semua. Ia pun menegaskan bahwa ia sebenarnya juga sebagai korban.

“Jujur saya juga korban dari pemerintah desa Golo Paleng. Dan, saya memastikan jika ada uang dari kepala desa dan bendahara saya juga ikut untuk menyerahkan uang tersebut ke 33 pekerja,” ungkap Vitus dalam sambungan telepon.

Afrianus Cundul

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV