Pelayanan persalinan aman, rujukan maternal dan neonatal, serta kesehatan reproduksi juga harus tetap tersedia di wilayah terdampak.
Sementara itu, pemulihan fasilitas kesehatan akan dilakukan berdasarkan hasil penilaian kerusakan, kerugian, dan kebutuhan sektor kesehatan.
Hasil penilaian tersebut menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi kesehatan (R3P), dengan memperhatikan tingkat kerusakan dan fungsi pelayanan fasilitas yang terdampak, termasuk RSUD, RS Pratama, dan Puskesmas.
Penguatan sistem rujukan, komunikasi darurat, ketersediaan logistik kesehatan, serta penyusunan rencana kontingensi turut menjadi bagian dari agenda pemulihan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya mengembalikan pelayanan kesehatan seperti sebelum bencana, tetapi juga membangun fasilitas dan sistem kesehatan yang lebih aman serta tangguh menghadapi keadaan darurat.
Melalui enam program tersebut, Dinas Kesehatan Manggarai berupaya memastikan masa transisi berjalan terarah dan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan rutin.
Pemulihan bukan semata-mata tentang memperbaiki bangunan atau mengakhiri pelayanan darurat. Lebih dari itu, masyarakat harus kembali memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, mudah dijangkau, dan berkelanjutan.
Semangat Peluk Sehat, Memeluk Dengan Hati, menjadi pengingat bahwa di tengah proses pemulihan, kebutuhan kesehatan setiap warga tetap harus mendapat perhatian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









