Pascagempa, Dinkes Manggarai Rancang Enam Langkah Pemulihan Layanan Kesehatan

Penyakit Menular
Ketua HEOC Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto Djehaut saat ditemui di Posko Dinkes Manggarai

Warga yang mengalami gejala trauma, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur perlu mendapatkan skrining serta tindak lanjut sesuai kebutuhan.

Anak-anak, lansia, keluarga yang kehilangan anggota keluarga, penyandang disabilitas, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Khusus bagi ODGJ, kesinambungan pengobatan dan pendampingan menjadi penting, terutama bagi pasien yang mengalami putus obat, kehilangan tempat tinggal, atau kesulitan mengakses layanan kesehatan selama bencana.

Pada saat bersamaan, pengawasan terhadap potensi penyakit pascabencana tetap harus berjalan. Dinas Kesehatan akan mendorong surveilans mingguan di seluruh Puskesmas, terutama di wilayah pengungsian dan permukiman padat.

Diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, demam, DBD, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa menjadi sejumlah masalah yang perlu dipantau.

Pengawasan tersebut akan dilengkapi pemeriksaan kualitas air, inspeksi sanitasi, pengawasan makanan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Dengan deteksi dini dan respons cepat, peningkatan kasus penyakit diharapkan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas.

Ibu, anak, dan fasilitas kesehatan tetap menjadi prioritas

Kelompok ibu dan anak juga menjadi perhatian dalam rencana pemulihan. Dinas Kesehatan akan mendorong pendataan ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, dan anak-anak yang kehilangan akses pelayanan akibat gempa.

Pemulihan kegiatan Posyandu dan imunisasi rutin perlu berjalan beriringan dengan pemantauan status gizi balita serta tindak lanjut bagi anak yang berisiko mengalami masalah gizi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel