Pemetaan ini diperlukan untuk mengetahui fasilitas yang telah dapat beroperasi normal, yang masih membutuhkan dukungan, maupun yang memerlukan tempat pelayanan sementara.
Pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, keluarga berencana, pengobatan penyakit kronis, TB, HIV, dan pelayanan gawat darurat menjadi bagian dari layanan yang perlu dipastikan keberlangsungannya.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas, pelayanan keliling akan menjadi salah satu cara untuk mendekatkan kembali layanan kesehatan.
Dalam konteks ini, Peluk Sehat Mobile akan terus didorong sebagai pendekatan pelayanan berbasis komunitas. Tim kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau warga yang mengalami kesulitan memperoleh pelayanan.
Kunjungan rumah akan diarahkan kepada pasien stroke, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, dan pasien penyakit kronis yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, tenaga kesehatan juga dapat mengidentifikasi warga yang memerlukan pengobatan lanjutan, rehabilitasi, obat rutin, maupun rujukan ke fasilitas kesehatan.
Kesehatan jiwa dan pencegahan penyakit menjadi perhatian
Dampak gempa tidak hanya terlihat pada kerusakan bangunan dan fasilitas umum. Pengalaman menghadapi bencana juga dapat meninggalkan tekanan psikologis yang membutuhkan perhatian dalam jangka panjang.
Karena itu, pemulihan kesehatan jiwa dan psikososial menjadi salah satu agenda yang disiapkan Dinas Kesehatan Manggarai.
Dukungan psikososial direncanakan berlangsung di pengungsian, sekolah, desa, dan Puskesmas. Selain itu, tenaga kesehatan akan diperkuat melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









