Pascagempa, Dinkes Manggarai Rancang Enam Langkah Pemulihan Layanan Kesehatan

Penyakit Menular
Ketua HEOC Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto Djehaut saat ditemui di Posko Dinkes Manggarai

Ruteng, infopertama.com – Memasuki masa transisi pascabencana gempa bumi, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mulai menyiapkan langkah-langkah pemulihan sektor kesehatan. Enam program prioritas dirancang untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, menjangkau masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai, Jefryn Haryanto Djehaut menjelaskan peralihan dari masa tanggap darurat menuju pemulihan tidak berarti seluruh persoalan kesehatan akibat bencana telah selesai. Sejumlah warga masih membutuhkan pelayanan medis, pendampingan psikososial, pemantauan penyakit kronis, serta dukungan untuk kembali mengakses fasilitas kesehatan.

“Atas dasar itu, Dinas Kesehatan Manggarai menempatkan pemulihan pelayanan dasar dan perlindungan kelompok rentan sebagai bagian penting dari rencana aksi transisi.” Ujar Jefryn Haryanto via gawainya, Senin (28/09/2026).

Rencana tersebut melibatkan 25 Puskesmas, RSUD, RS Pratama, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan mitra relawan yang selama ini mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Enam agenda yang disiapkan mencakup pemulihan pelayanan kesehatan dasar, penguatan Peluk Sehat Mobile, pemulihan kesehatan jiwa dan psikososial, pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan, perlindungan kesehatan ibu dan anak, serta rehabilitasi fasilitas dan penguatan sistem kesehatan.

Pelayanan kesehatan kembali diperkuat

Pemulihan pelayanan kesehatan dasar menjadi salah satu pekerjaan awal yang akan dilakukan. Dinas Kesehatan akan memetakan kondisi seluruh Puskesmas, termasuk keadaan bangunan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, tenaga kesehatan, listrik, air bersih, serta akses menuju fasilitas pelayanan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel