“Flores dan kawasan lain di NTT adalah bagian dari cincin api dunia, yang menyimpan cadangan panas bumi besar. Tapi kita masih terkendala kebijakan, investasi, dan SDM,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan geotermal memerlukan pemahaman geologi mendalam serta dukungan kebijakan yang ramah investor dan berpihak pada masyarakat.
“Energi geotermal adalah energi bersih, dan bisa digunakan tak hanya untuk listrik, tapi juga pemanasan rumah kaca, spa, atau pengolahan hasil pertanian,” tambah Prof. Agung.
PLN: Panas Bumi Masa Depan Energi NTT
Perwakilan Mediator PLN, Davianus H. Edy, menyampaikan bahwa beberapa proyek panas bumi sedang berjalan di wilayah NTT. Ia menyebut energi ini lebih stabil dibanding diesel dan tidak tergantung cuaca.
“Kami sadar pentingnya lingkungan. Semua proyek sudah melewati kajian AMDAL dan melibatkan masyarakat sejak awal,” ujarnya.
Edy memastikan bahwa PLN berkomitmen menghindari praktik penggusuran dan perampasan ruang hidup. “Energi ini untuk masyarakat, bukan sebaliknya,” katanya.
Dari Diskusi ke Aksi: Seruan Pemuda untuk Swasembada Energi
Seminar ini menjadi ruang reflektif sekaligus seruan konkret bagi mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil NTT untuk mulai membangun jalan menuju swasembada energi. Bukan hanya urusan teknis dan teknologi, tetapi juga menyangkut keadilan, hak masyarakat adat, dan arah kebijakan.
Gerakan Mahasiswa NTT Yogyakarta berharap hasil seminar ini menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah, DPRD, dan pemangku kebijakan lainnya di NTT.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan