Cepat, Lugas dan Berimbang

Menguji Kejujuran Jokowi

Jokowi Patut Diduga Tidak Punya Ijazah Asli

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat ditemukan dalam sebuah frasa Bahasa Latin yang berbunyi: “Nemo dat qui non habet”. Artinya, tidak ada orang yang dapat memberikan apa yang tidak dimilikinya.

Dalam konteks penolakan menunjukkan ijazah asli oleh Jokowi atas permintaan masyarakat, frasa ini dapat diartikan bahwa Jokowi tidak mungkin dapat memperlihatkan ijazah asli kepada masyarakat karena senyatanya memang Jokowi tidak memiliki ijazah asli dari UGM.

Dengan kata lain, Jokowi hanya bisa memperlihatkan apa yang ia punyai. Jika ia mempunyai ia ijazah asli dari UGM, maka Jokowi pasti akan memperlihatkan asli ijazah dari UGM itu dengan sangat percaya diri.

Pesan moral dari frasa ini adalah bahwa kejujuran dan transparansi sangat penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pejabat publik. Jika Jokowi tidak dapat menunjukkan ijazah aslinya, maka itu dapat dianggap sebagai tidak jujur dan tidak transparan.

Implementasi

Frasa tersebut jika diimplementasikan dalam konteks penolakan memperlihatkan ijazah asli Jokowi adalah bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui kebenaran tentang ijazah Jokowi.

Jika Jokowi tidak dapat menunjukkan ijazah aslinya, maka itu dapat dianggap sebagai tidak memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran.

Oleh karena itu, Jokowi harus transparan dan jujur tentang ijazahnya, atau memberikan penjelasan yang memadai tentang tidak dapat menunjukkan ijazah aslinya.

Dalam konteks ini, frasa “Nemo dat qui non habet” dapat digunakan sebagai prinsip untuk menuntut transparansi dan kejujuran dari pejabat publik, termasuk Jokowi, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN