Sewaktu Mgr Hubertus datang ke Garut beliau bertugas di sana bersama romo Narto, dan saat ini beliau (Uskup Hubertus -Pen) sedang bertugas bersama romo Dwi.
“Saya beberapa kali bertemu dengan Mgr Hubertus pada saat beliau menghadiri acara di Bandung. Kami pasti bertemu walaupun hanya sebentar untuk saling myapa dan menanyakan kabar kami masing.” Tutur ibu Bonie.

Yang saya ingat beliau adalah pribadi yang penuh perhatian dan selalu tersenyum. Walaupun beliau seorang Uskup tetapi pribadi beliau sangat rendah hati. Dan selalu ramah kepada siapapun.
“Saya merasa sangat kehilangan seorang sosok panutan yang penuh perhatian,” ungkapnya.
Tetapi Tuhan punya rencana yang sangat Indah untuk beliau. Tuhan lebih sayang kepada beliau.
“Sekarang Mgr Hubertus sudah berbahagia bersama para KudusNya di surga…dan beliau pasti akan menjadi pendoa bagi kita semua….selamat jalan Mgr Hubertus Leteng…Tuhan sudah menyediakan tempat yang Indah di SurgaNya.”
Anak Kecil yang Polos
Selain ibu Bonie, juga ada ibu Katarina Puji Astuty, umat Katolik yang berada di Palangkaraya, kalimantan Tengah.
Di mata Astuty, Sosok Uskup Hubertus Leteng diibaratkan seorang anak kecil yang polos.
“Beliau, manusia terbaik yang pernah saya kenal. Beliau, manusia berjiwa polos seperti seorang anak kecil, yang tidak pernah punya prasangka buruk kepada sesamanya. Manusia yang sangat rendah hati, lemah lembut, murah hati. Bahkan sampai mengorbankan dirinya, nama baiknya, jabatannya, kehormatannya demi menolong sesamanya.” Beber Astuty dalam gawainya ketika dihubungi infopertama.com.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel