Cirebon, infopertama.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta pemerintah desa untuk memacu kinerja agar mencapai status desa mandiri.
“Kenaikan status desa menjadi desa mandiri akan berkonsekuensi pada pendanaan yang tentu akan semakin meningkat,” ujar Abdul Halim Iskandar dalam sambutan gala dinner Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (18/10) malam.
Saat ini, kata Abdul Halim, sejumlah desa enggan menjadi desa berstatus desa mandiri karena khawatir alokasi Dana Desa akan menurun.
“Saat ini banyak persepsi ketika menjadi desa mandiri dana berkurang, itu justru terbalik. Karena desa mandiri bicara tentang pengembangan sumber daya manusia, itu bukan hal yang mudah,” tuturnya.
Ia mengatakan, alokasi Dana Desa bagi desa mandiri akan meningkat. Pasalnya, pembahasan desa mandiri jauh lebih kompleks daripada pembangunan infrastruktur atau pembangunan desa secara fisik.
“Jadi kalau bicara tentang desa mandiri itu penduduknya justru ada pada pemberdayaan masyarakat, bukan lagi sekadar pembangunan desa,” tutur Halim.
Dalam kesempatan itu, Mendes PDTT mengapresiasi kepala desa se-Jawa Barat yang telah berhasil mengentaskan desa tertinggal dan sangat tertinggal.
“Untuk kepala desa yang desanya sudah mandiri, Kemendes PDTT memberikan apresiasi dengan memberikan lencana dan piagam penghargaan,” katanya.
Sebelumnya, Mendes PDTT mengatakan Dana Desa telah berhasil mengurangi jumlah desa sangat tertinggal, dari 13.453 desa pada 2015 menjadi 4.982 desa pada 2022.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel


