Memperempuankan Bisnis

Setelah selesai pertandingan, di klub-klub dan hotel-hotel, orang-orang muda melihat tokoh-tokoh panutan mereka yang ternyata bersifat kasar, pemabuk parah dan tidak menghormati orang lain. Penyerangan terhadap wasit atau menggigit telinga lawan dianggap sebagai lelucon bagi para penggemar.

Fenomena dari pahlawan olah raga telah membawa beberapa tokoh panutan yang tidak bagus bagi para pemuda di bangsa yang tergila-gila dengan olah raga. Seperti bintang-bintang pop, mereka mungkin saja tidak ternama pada suatu hari namun pada suatu saat bisa dianggap sebagai dewa, bahkan mereka sering juga memberikan nasihat mentah, tidak berpengalaman bagi kaum muda yang mudah dibuat terkesan.

Para pahlawan olah raga dimanfaatkan untuk menjual segala jenis barang dan produk yang tak terbayangkan.

Banyak masyarakat dunia, terutama orang-orang muda sekarang ini percaya bahwa ukuran penghargaan sebagai pribadi dihubungkan dengan seberapa mahir mereka me-nendang bola atau membidik sasaran.

Masalahnya, sindrom pahlawan olah raga di Eropa tidak begitu gencar. Di Eropa, karena cuaca yang dingin, maka kebanyakan olah raga dilakukan di dalam ruangan, selain itu kegiatan kebudayaan juga digalakkan karena itulah, Beethoven merupakan tokoh terkenal di Eropa seperti halnya Michael Jordan atau David Beckham.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses