Memperempuankan Bisnis

Pahlawan Olah Raga

Banyak anak laki-laki tidak memiliki tokoh panutan pria yang lebih tua dalam kehidupan mereka dan ini telah memberikan jalan bagi tokoh panutan baru, yaitu pahlawan olah raga. Hampir selama 200 tahun tujuan dari olah raga ada dua: pertama, untuk memberikan kesempatan bagi pria usia muda untuk membakar testosteron mereka sehingga menguntungkan bagi seluruh komunitas. Kedua, untuk mengajarkan keterampilan hidup dan nilai-nilai yang membantu orang lain menjadi dewasa yang efektif. Pentingnya etika dan kejujuran, menjadi pemain regu yang baik dan semangat untuk meraih tujuan perseorangan dan regu diturunkan dari generasi ke generasi dan begitu selanjutnya.

Para pemain diajarkan untuk memperhatikan dan menghormati sesama pemain dan menganggap bahwa pemain lebih penting daripada permainan itu sendiri. Sejak tahun 1980-an, pada umumnya kegiatan olah raga telah menjadi dikendalikan oleh uang dan para pemain secara teratur menerima sejumlah uang pendukung bagi pelatihan kemampuan ruang mereka, yaitu memukul, menendang atau melemparkan sesuatu tepat pada sasaran. Kebanyakan cabang olah raga sekarang, permainan-permainan telah menjadi lebih penting dibandingkan dengan para pemainnya.

Di mana lagi kita bisa melihat luapan amarah yang dahsyat, kekerasan, agresi, egois, penghinaan, selain di lapangan olah raga?

Bagi generasi terdahulu olah raga digunakan untuk pengembangan karakter dan kesejahteraan para olahraga-wannya, dan ini merupakan keutamaan karena uang tidak pernah menjadi bahan pembicaraan. Kini, atlit ditinggalkan begitu saja di lapangan dalam keadaan tak berdaya, teraniaya, patah tulang, kehilangan semangat atau setengah mati ketika regu lainnya mendorongkan bola melewati batas dan semua orang mananggung akibatnya.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses