Memperempuankan Bisnis

Tidak Ada Tokoh Panutan bagi Anak laki-laki

Tokoh panutan bagi anak perempuan banyak sekali. Mereka masih memperlihatkan sifat-sifat yang hangat, pandai berkomunikasi dan mendidik pada generasi yang lebih muda.

Sementara tokoh panutan wanita seperti model Elle Mac-Pherson, Barbara Sterisand, Hillary Clinton, mendiang Putri Diana dan Madonna selain semuanya memperlihatkan sifat-sifat maskulinnya seperti tegas dan mandiri secara seksual mereka juga memperlihatkan sisi wanita yang bersifat mendidik. Bahkan sang Wanita Besi, Margaret Thatcher, tidak memiliki masalah untuk memperlihatkan sisi femininnya ketika berhadapan dengan tragedi atau kematian.

Tetapi, bagi anak laki-laki, mereka kekurangan tokoh panutan. Tokoh-tokoh panutan dari masa lalu termasuk Clarke Gable, James Dean dan James Bond, yang selain semuanya memperlihatkan sifat-sifat maskulin klasik, mereka juga memperlihatkan sifat-sifat kesopanan, ketulusan, hormat pada wanita dan mau membela keluarga mereka atau teman jika dibutuhkan.

Namun sekarang tokoh-tokoh tersebut telah digantikan dengan Sylvester Satllone, Arnold Schwarzenegger, Bruce Willis dan Jean Claude Van Dame yang memerankan sifat-sifat pengguna kekerasan untuk menyelesaikan masalah mereka dan mengakibatkan kerusakan yang luar biasa pada milik orang lain; atau karakter cengeng seperti Hugh Grant yang lebih memperlihatkan sifat wanita daripada sifat pria. Empat dari lima guru sekolah dasar sekarang adalah wanita dan banyak anak perempuan yang dibesarkan sendirian oleh ibu tanpa ayah. Sehingga, sekarang seorang tokoh pria yang bersikap seperti seorang gentlemen yang masih membukakan pintu bagi wanita, dapat dituduh sebagai bersikap jenderis, chauvinis atau agresif.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses