Menurutnya, Budaya dan tradisi ini (Manggarai) akan membawa kita, membimbing kita ke masa depan. Oleh karena itu, lanjut dia, kita harus menjaga adat dan budaya kita karena adatlah juga yang akan menjaga kita.
Demikian Yori mengaku senang sekali berada di sini, di Ruteng Pu’u, kampung yang sedang melengkapi rumah-rumah adatnya. “Ini merupakan kampung adat dengan rumah-rumah adat, rumah-rumah kerucut yang terbanyak jumlahnya (11 rumah).”
Budaya Adalah Harga Diri, Harkat dan Martabat
Sementara itu, Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dalam sambutannya saat meresmikan tiga sondong di Ruteng Pu’u mengatakan bahwa setiap niat baik pasti akan dipertemukan dengan orang-orang baik.


“Berulang-ulang kita sampaikan dan itu menjadi prinsip kita bahwa setiap niat baik itu pasti akan dipertemukan dengan orang-orang baik. Asal niatnya baik, tuhan pasti kirimkan orang baik, entah darimana datangnya, yang pasti dalam perjalanan kita pasti akan ketemu orang baik.”
Dan, kita bersyukur bahwa ada banyak pihak yang tergerak untuk ikut serta membangun budaya kita ini (Budaya Manggarai -pen) sehingga kita percaya bahwa 50 tahun mendatang, 100 tahun mendatang budaya Manggarai akan tetap ada.
“Sebagaimana kita berharap bahwa Indonesia juga akan tetap ada. Kita tetap akan menjadi bagian dari Indonesia ini, dan kita akan tetap menjadi bagian yang akan memperkaya budaya Indonesia. Jadi dalam Indonesia ada kita, ada budaya Manggarai.”
Kita semua, kata Bupati Hery Nabit, tentu harus berterimakasih secara khusus kepada yayasan Umma Nusantara, kepada Yayasan Tirto yang saya tahu mengerjakan begitu banyak hal. Tetapi, dari yang begitu banyak mereka masih bisa sisipkan sedikit untuk kita perhatian-perhatian.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












