Berita  

Kuliah Pakar: Inovasi Pakan Lokal Menuju Peternakan Berkelanjutan

Tantangan tersebut meliputi keterbatasan jenis bahan baku, kualitas yang tidak stabil, dan kepastian suplai yang belum memadai.

“Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan strategis, termasuk pengembangan teknologi pengolahan seperti fermentasi dan silase untuk meningkatkan efisiensi serta nilai gizi pakan,” jelasnya.

Dr. Andi juga memaparkan strategi seperti perluasan tanaman hijauan unggul, pengembangan bahan pakan alternatif, dan penyusunan ransum berbasis ketersediaan lokal.

“Dengan langkah-langkah ini, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pakan impor yang mahal dan sulit diakses” tutur Pemateri dari BRIN.

Pandangan Mahasiswa dan Harapan Masa Depan

Matheus Jamin, Mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa Unika Borong-Rana Mese (HMU Borong-Rana Mese), menyebut bahwa kuliah itu memberikan wawasan penting bagi dirinya dan rekan-rekannya.

“Kami belajar bagaimana inovasi pakan lokal dapat meningkatkan efisiensi usaha ternak sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini sangat relevan dengan kebutuhan di daerah kami,” ujarnya penuh semangat.

Acara ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih erat antara Unika St. Paulus Ruteng dengan BRIN.

“Kami berharap dapat menjalin kerja sama lebih lanjut untuk mengoptimalkan potensi pakan lokal di wilayah Manggarai Raya,” tutup Wigbertus G. Utama.

Mendorong Peternakan yang Berdaya Saing

Kuliah Pakar ini menegaskan komitmen Program Studi Peternakan Unika St. Paulus Ruteng dalam mencetak lulusan yang mampu berkontribusi bagi pengembangan peternakan berkelanjutan.

Dengan bekal ilmu dan teknologi terbaru, mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam industri peternakan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel