Cepat, Lugas dan Berimbang

Kolaborasi Yayasan Ayo Indonesia dan CU Florette Gelar Pelatihan Kewirausahaan hingga Kisah Sukses Perajin Tempe

Uang hasil penjualan anak babi tersebut digunakan untuk membangun rumah yang dimanfaatkan sebagian ruangannya sebagai tempat usaha kios.

Saya bersyukur, tutur Noldi, punya Isteri dan Mama yang menguatkan hati saya agar tidak lekas putus asa. Sebab jutaan rupiah hilang dan berpengaruh hilangnya pendapatan dari para pekerja di bagian produksi dan penjualan.

“Mereka berdua berhasil menjadi sahabat saya dalam menjalankan bisnis tempe. Saya sendiri memang orangnya tidak cepat putus asa sebab dari awal saya tahu bahwa bisnis itu tidak selalu mulus,” ungkap Noldi dengan wajah penuh percaya diri.

Terhadap persoalan ini, lanjutnya, saya coba komunikasikan dengan salah satu anggota jaringan bisnis tempe yang tinggal di Karot, Ruteng.

Dia orang Jawa lalu memberikan masukan agar saya memperhatikan suhu ruangan di tempat fermentasi dan ternyata di situ letak persoalannya.

Jadi pembelajarannya bagi kita yang telah memutuskan jadi wirausaha adalah bahwa persoalan harus disikap dengan akal sehat agar kita terdorong untuk mencari jalan keluar dengan cara belajar lagi guna mengurangi resiko.

Tahun ini, tambah Noldi, saya memperluas jaringan bisnis bekerja sama dengan YTelMart untuk penjualan Tempe guna meningkatkan omset. Sedangkan, upaya mempertahankan mutu dan meningkatkan laba saya telah memesan mesin packing sehingga dapat menekan biaya produksi.

Srianus Syukur kepada para peserta memperkenalkan KSP CU Florette sebagai lembaga non bank penyedia modal usaha, khususnya di bidang pertanian.

Selama ini, KSP CU Florette bekerjasama dengan Yayasan Ayo Indonesia untuk mendorong anggota berbisnis dalam bidang pertanian dan peternakan. KSP CU Florette menyediakan modal sedangkan Yayasan Ayo Indonesia melakukan pendampingan meskipun tantangannya cukup berat. Yakni mengubah petani untuk berpikir dan punya mental berwirausaha, namun sampai saat ini, tidak sedikit dari 7.800 anggota KSP CU Florette yang mendapatkan pinjaman umum dan musiman untuk modal usaha sayur-sayuran, peternakan babi/ayam petelur, usaha batako, dan padi sawah.

Tidak hanya itu, jelas Rian, KSP CU Florette sudah menjadi Koperasi Kredit yang inklusi dengan memberi kesempatan para penyandang disabilitas menjadi Anggota. Jumlah mereka 25 orang dan semuanya mendapatkan pinjaman umum untuk membangun usaha.

Ke depan, kata Rian, Koperasi Simpan Pinjam KSP CU Florette memberi kemudahan dalam proses pemberian pinjaman kepada anggota yang mulai menjalankan atau memperluas usahanya.

Pada bagian akhir Pelatihan, Rikhardus Roden menyampaikan hasil survey pasar berkaitan dengan suplai sayur-sayuran di pasar Ruteng setiap hari. Menurut survei itu, sebanyak 54 persen didatangkan dari luar Manggarai (Ngada, Bima, Makasar).

Responden dari survey ini adalah Padagang Pengumpul sebanyak 5 orang dan 25 orang penjual sayur-sayuran di stan penjualan.

Informasi yang diperoleh dari responden menyatakan bahwa sebanyak 25 mobil pick up dari luar Maggarai mengangkut sayur-sayuran ke Pasar Ruteng.

Dengan demikian hasil survey ini bisa menjadi acuan bagi petani untuk memproduksi sayur-sayuran lebih banyak lagi. Sayur-sayuran yang direkomendasikan adalah Kubis, Brokoli, Kol Bunga, Wortel, Kangkung Darat, Cabe Keriting, Cabe Besar, Tomat dll.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel