
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, ujarnya, berkomitmen kuat untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Terutama, bagi kelompok masyarakat rentan. Salah satu buktinya, adalah Kelompok Kerja Perubahan Iklim terbentuk dan telah bekerja merumuskan aksi-aksi adaptasi dan mitigasi cepat mengatasi dampak perubahan iklim dalam kerangka kerja kolaborasi melibatkan Organisasi Perangkat Daerah, LSM dan Kelompok Tani.
Lebih jauh dia menjelaskan bila kita mengacu pada proses Penetapan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim yang Didasarkan Pada Hasil Analisis Risiko Iklim sesuai Permen LHK No. 33 Thn. 2016. Tapi, tentunya masih ada sejumlah tahapan serta proses analisis yang membutuhkan sumber daya yang cukup besar untuk menghasilkan dokumen Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim. Misalnya, salah satunya adalah ketersediaan data tingkat kerentanan terhadap resiko iklim setiap desa yang ada di Kab. Manggarai Timur. Namun, pada kenyataanya data ini masih belum cukup lengkap untuk wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Dan, mungkin terkait hal ini dapat kita peroleh informasi secara detailnya dari pihak BMKG yang juga akan menjadi Nara Sumber pada kegiatan hari ini.
Meskipun demikian kondisinya, ungkap Gonza, Tim Pokja Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Kab. Manggarai Timur, mengacu kepada data sekunder dan informasi yang terbatas, telah menyusun Aksi Cepat Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim yang sudah di- breakdown ke dalam Rencana Program Kegiatan dan Sub-kegiatan dari masing-masing Perangkat Daerah Teknis terkait. Dan, melalui kegiatan Konsultasi Publik hari ini, diharapkan akan diperoleh masukan untuk memperkaya dan menyempurnakan Rencana Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan iklim.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan