Tag: Remigius Gonza Tombor

  • SekBer Pembangunan Berketahanan Iklim di Manggarai Terbentuk

    Ruteng, infopertama.comYayasan Ayo Indonesia melalui Program VICRA dan VCA menyelenggarakan pertemuan 3 Pemerintah Kabupaten, yaitu Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur untuk membentuk Sekretariat Bersama Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) sebagai tindak lanjut dari komitmen 3 pemerintahan yang disepakati pada 3 Agustus 2022, bertempat di Aula kantor Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Manggarai, Kamis (3/7/2023).

    Pertemuan tiga pemerintah kabupaten tersebut dipimpin oleh Hilarius Jonta, Kepala Bapperida Kabupaten Manggarai dan ketiga pemerintah kabupaten menyetujui terbentuknya Sekretariat Bersama (Sekber) terkait implementasi pembangunan berketahanan iklim untuk mengurangi dampak perubahan iklim di 3 Kabupaten di Sektor Pertanian, Kelautan, Air dan Kesehatan

    Pada seminar nasional yang dilaksanakan pada 3 Agustus 2023, jelas Hilarius, ketiga pemerintah kabupaten berkomitmen untuk mengatasi dampak perubahan iklim di sektor pertanian dengan menerapkan aksi pembangunan berketahanan iklim yang memberi perhatian khusus terhadap 5 hal berikut.

    1). Regulasi atau kebijakan (Rencana Aksi Daerah yang menjadi turunan dari Rencana Aksi Nasional yang dituangkan dalam RPJMD/RKPD) sebagai acuan aksi pembangunan berketahanan iklim, 2). Penyediaan sarana dan prasarana pendukung pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan yang adaptif, tepat guna, dan kontekstual,

    3). Solusi krisis pangan melalui pengembangan pangan yang beragam, bergizi seimbang, adaptif, inklusif, sesuai potensi dan kearifan lokal, 4). Pengelolaan pengetahuan, diseminasi informasi, peningkatan kapasitas dan pendampingan menuju masyarakat cerdas dan berkeadilan iklim, dan 5). Kerja sama lintas sektor dalam pemerintahan (di tingkat Desa, Daerah dan Pemerintah Pusat) dan dengan berbagai pihak seperti kelompok masyarakat secara inklusif, dunia usaha, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, orang muda, dalam mendukung Pembangunan Berketahanan Iklim.

    Laman: 1 2 3

  • Kolaborasi Pemda Matim dan Yayasan Ayo Indonesia Bicara Pembangunan Berketahanan Iklim

    Borong, infopertama.com – Pembangunan berketahanan iklim merupakan satu Prioritas Nasional dalam RPJMN 2020- 2024 yang merupakan implementasi dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Sehingga, pembangunan berketahanan iklim ditujukan sebagai rujukan bagi para pihak dalam melaksanakan rencana pembangunan nasional dan daerah. Remigius Gonza Tombor, Kepada Badan Bappedalitbangda Kab. Manggarai Timur menyampaikan hal ini dalam kata sambutannya membuka suatu pertemuan Konsultasi Publik Dan Dengar Pendapat Untuk  Regulasi Tertentu Dan Rencana Aksi Berketahahanan Iklim, Rabu (12/7/2023), bertempat di Aula Bappelitbangda.

    Pertemuan konsultasi ini menghadirkan dua Narasumber. Yaitu, Boni Hasudungan, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk berbicara tentang apa yang sudah dan akan Pemerintah Kab. Manggarai Timur kerjakan terkait upaya mengatasi dampak dari Perubahan Iklim dengan menerapkan pembangunan berketahanan iklim konteks Manggarai Timur. Sedangkan, Hamdan Nurdin, Senior Climate Forecaster, BMKG Lasiana Kupang menjelaskan tentang fenomena perubahan iklim yang sudah sedang berlangsung di NTT. Khususnya di Kabupaten Manggarai Timur. Bappedalitbangda Kabupaten Manggarai Timur atas dukungan dari Yayasan Ayo Indonesia melalui program VICRAnya menyelenggarakan pertemuan ini.

    Menyikapi situasi Perubahan Ikilm yang sedang berlangsung saat ini dan berdampak pada beberapa sektor, khususnya, petanian, kata Gonza, Pemerintah Kab. Manggarai Timur telah menetapkan beberapa aksi strategis dalam kebijakan pembangunan. Di antaranya, penguatan ketahanan masyarakat pedesaan yang rentan terhadap perubahan Iklim, penguatan kapasitas institusi di dalam mengintegrasikan ketahanan iklim dalam pembangunan berkelanjutan di daerah. Lalu, pelembagaan dialog antar pihak yang berkepentingan dalam wadah Kelompok Kerja Perubahan Iklim, pelatihan bagi Pemerintah Daerah dalam perencanaan ketahanan iklim. Kemudian, pengintegrasian ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dalam rencana kerja pembangunan daerah, dan pengembangan sistem informasi resiko perubahan iklim berbasis masyarakat pada kelompok masyarakat untuk merubah sistem usaha tani susbsistem kepada praktek yang lebih fleksibel di dalam merespon kondisi iklim yang ekstrim.

    Laman: 1 2 3 4 5