Sebagai informasi Desa Wae Rebo terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Desa ini terlihat masih begitu asri ditambah dengan pemandangan alam berupa gunung-gunung yang berpadu cantik dengan tujuh rumah adat berbentuk kerucut.
Kehidupan Desa Wae Rebo
Dilansir dari laman Wonderful Indonesia, diketahui penduduk lokal di desa ini mayoritas beragama Katolik tetapi masih menganut kepercayaan lama. Di rumah ini tersimpan pusaka suci berupa gendang dan gong.

Dengan populasi kecil yaitu sekitar 1,200 jiwa, desa ini terdiri dari 7 rumah. Makanan pokok penduduk Desa Wae Rebo adalah singkong dan jagung. Namun, di sekitar desa mereka juga menanam kopi, vanili, dan kayu manis yang mereka jual di pasar yang terletak sekitar 15 km dari desa.
Belakangan ini, Desa Adat Wae Rebo semakin populer sebagai tujuan wisata bagi para pencinta ekowisata domestik dan mancanegara. Hal ini tentunya juga menambah kesejahteraan ekonomi desa tersebut.
Reaksi Warganet
Sontak saja penobatan pada Desa Wae Rebo NTT yang masuk peringkat kedua sebagai desa kecil paling cantik di dunia ini sukses menyita perhatian warganet di media sosial.
“Beneran Indah banget dan pengen kesana lagi,” tulis warganet.
“Wow dengan penduduk 1200 jiwa cuma ada 7 rumah. Gimana ceritanya,” tulis lainnya. “Ak sudah k sana memang syahdu n indah senengnya lagi anak2 mereka ttp sekolah walaupun pulang sminggu sekali,” kata lainnya.
“Kota Wae kamis dan kota wae jumat iri pasti,” tulis lainnya.
“Tapi ini fully “fabricated” alias buatan. bukan kampung adat resmi asal usul org manggarai. Entah dinarasi oleh siapa sama pihak sektor pariwisatanya, yg asli rumah niang asal usul org manggarai itu ada di kampung todo,” tulis lainnya melansir viva.co.id
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan